Tidak semua standar ISO secara otomatis berlaku di Indonesia. Ada proses formal yang dilakukan oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional) untuk mengadopsi standar internasional menjadi SNI (Standar Nasional Indonesia).

Apa itu BSN?

BSN adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang bertanggung jawab dalam pengembangan dan pembinaan standardisasi di Indonesia. BSN mewakili Indonesia di organisasi standar internasional, termasuk ISO (International Organization for Standardization) dan IEC.

Proses Adopsi Standar ISO ke SNI

Ketika ISO menerbitkan atau merevisi standar, BSN melalui Komite Teknis (KT) yang relevan memutuskan apakah standar tersebut perlu diadopsi menjadi SNI. Prosesnya meliputi:

  1. Pemantauan Standar ISO: BSN memantau publikasi baru dari ISO secara berkala
  2. Penilaian Kebutuhan Nasional: Komite Teknis menilai apakah standar relevan dengan kebutuhan industri Indonesia
  3. Adopsi atau Modifikasi: Standar dapat diadopsi identik (IDT), dimodifikasi (MOD), atau tidak diadopsi
  4. Jangka Waktu Transisi: BSN memberikan masa transisi bagi industri untuk beralih ke versi SNI terbaru

Contoh Adopsi Standar ISO ke SNI

Implikasi bagi Perusahaan

Sertifikasi ISO yang diterbitkan oleh CB terakreditasi KAN sudah otomatis mengacu pada SNI terkait. Perusahaan tidak perlu melakukan proses terpisah untuk "konversi" sertifikat ISO ke SNI.

Kewajiban vs Sukarela

Penting dipahami bahwa sebagian besar sertifikasi ISO bersifat voluntary (sukarela). Namun, regulasi sektoral tertentu di Indonesia mewajibkan sertifikasi SNI/ISO untuk beroperasi atau mengikuti tender, misalnya sektor konstruksi, pangan, dan alat medis.