Keamanan pangan adalah isu krusial yang berdampak langsung pada kesehatan konsumen. Di Indonesia, dua framework utama yang digunakan industri pangan adalah ISO 22000 dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points). Mana yang wajib? Mana yang lebih baik?

Mengenal HACCP

HACCP adalah sistem pencegahan bahaya keamanan pangan berbasis ilmu pengetahuan yang mengidentifikasi titik-titik kritis dalam proses produksi. HACCP dikembangkan oleh NASA pada 1960-an dan kini menjadi standar global.

7 Prinsip HACCP:

  1. Analisis bahaya
  2. Identifikasi Critical Control Points (CCP)
  3. Penetapan batas kritis
  4. Prosedur monitoring CCP
  5. Corrective action
  6. Prosedur verifikasi
  7. Dokumentasi dan pencatatan

Mengenal ISO 22000

ISO 22000 adalah standar sistem manajemen keamanan pangan yang lebih komprehensif dari HACCP. ISO 22000 mengintegrasikan HACCP dengan elemen sistem manajemen ISO (Plan-Do-Check-Act).

Keunggulan ISO 22000 vs HACCP:

Kewajiban di Indonesia

Berdasarkan regulasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan SNI, produsen pangan tertentu wajib menerapkan HACCP atau sistem keamanan pangan yang setara. Untuk produk ekspor, banyak negara importir mensyaratkan sertifikasi ISO 22000 atau FSSC 22000.

Rekomendasi