Mendapatkan sertifikat ISO hanyalah awal dari perjalanan. Untuk mempertahankan sertifikat, perusahaan harus menjalani surveillance audit setiap tahun dan recertification audit setiap 3 tahun. Apa perbedaannya dan bagaimana mempersiapkan diri?
Siklus Sertifikasi ISO (3 Tahun)
Setelah lulus certification audit (initial certification), siklus sertifikasi ISO berlangsung selama 3 tahun:
- Tahun 1: Certification Audit (Stage 1 + Stage 2) ??? Sertifikat diterbitkan
- Tahun 2: Surveillance Audit ke-1 (SA1)
- Tahun 3: Surveillance Audit ke-2 (SA2)
- Tahun 4: Recertification Audit ??? Sertifikat diperbarui 3 tahun
Surveillance Audit
Surveillance audit adalah audit pemantauan yang dilakukan setiap tahun (atau setiap 6 bulan untuk beberapa standar). Tujuannya adalah memverifikasi bahwa sistem manajemen terus berjalan efektif.
Karakteristik Surveillance Audit:
- Durasi lebih singkat dari certification audit (30-50% lebih singkat)
- Fokus pada area-area yang paling kritis dan temuan sebelumnya
- Memverifikasi bahwa corrective action dari audit sebelumnya sudah diselesaikan
- Sampling proses dan dokumentasi
Recertification Audit
Recertification audit dilakukan di akhir siklus 3 tahun untuk memperbarui sertifikat. Cakupannya lebih luas dari surveillance audit.
Karakteristik Recertification Audit:
- Cakupan serupa dengan initial certification audit
- Review lengkap semua proses dan dokumentasi
- Review kinerja selama 3 tahun siklus
- Jika lulus, sertifikat baru diterbitkan untuk 3 tahun ke depan
Tips Mempertahankan Sertifikat
- Jalankan program internal audit secara konsisten sesuai jadwal
- Lakukan management review minimal sekali setahun
- Selesaikan semua corrective action tepat waktu
- Update dokumen jika ada perubahan proses atau regulasi
- Pertahankan program awareness karyawan secara berkelanjutan